Mobile Menu

navigasi

More News

Tanggapan Kominfo terkait bocornya 279 juta data warga RI

11.38


 Gawai.co.id - Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia yang dijual di forum peretas Raid Forums.

 

"Kementerian Kominfo sedang melakukan pendalaman atas dugaan kebocoran data tersebut," ujar Dedy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/05/2021).

 

Namun sayang, Dedy tidak mengeluarkan komentar terkait langkah yang akan dilakukan Kominfo dalam pengungkapan insiden kebocorand data ini. Selain itu, ia juga tidak berkomentar siapa pemilik data data BPJS tersebut.

 

Sebelumnya, 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021. Belum diketahui secara pasti dari mana data itu berasal dan bagaimana data itu diperoleh.

 

Data yang diunggah oleh akun bernama kotz itu berisi beberapa informasi, seperti KTP, alamat, nama, hingga foto pribadi. Akun itu juga memberikan 1 juta data sampel secara gratis untuk diuji dari 279 juta data yang tersedia.

 

Pemilik data menjual 279 juta data ini dengan banderol 0,15 BTC atau setara Rp. 87 juta.

 

Salah satu akun @Br__AM menyampaikan data itu milik Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan. Informasi itu diperoleh dari komunikasinya dengan akun bernama KAZALA MORO.

 

Kebocoran data ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun lalu, sekitar 180 juta data pemilu dijual di forum yang sama dengan forum yang menjual data BPJS.

 

Kepala Humas BPJS Iqbal Anas Ma'ruf menegaskan pihaknya sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah data yang bocor tersebut berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan.

 

"Kami sudah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya," kata Iqbal kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/05/2021).

 

Namun Iqbal menegaskan bahwa BPJS kesehatan akan selalu konsisten dalam melindungi data penggunanya. Dia juga mengklaim bahwa data BPJS Kesehatan memeliki system pengamanan data yang ketat dan berlapis sebagai upaya menjamin kerahasian anggota pengguna BPJS Kesehatan. Termasuk didalamnya peserta JKN-KIS. (rifqiazis/CNN Indonesia)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar