Mobile Menu

navigasi

More News

Kominfo menegaskan kepada Operator Seluler untuk tidak mengkomersialisasi layanan 5G

16.39


 Gawai.co.id - Operator telekomunikasi (Opsel) diminta untuk tidak melakukan komersialisasi bagi layanan seluler 5G sebelum mengantongi izin komersial atau Comercial Operating Unit (COU).

 

Hal tersebut juga termasuk peraturan dalam Uji Laik Operasi (ULO) yang harus ditaati oleh para operator telekomunikasi.

 

"Operator seluler hanya diperbolehkan melakukan operasi komersial jika telah mendapatkan commercial operating permit. Tapi kalau itu dipaksakan, itu aksi ilegal di bidang pertelekomunikasian nasional. Saya meyakini operator-operator selular kita sebagai perusahaan berkelas regional dan global tidak akan melakukan hal itu," kata Menkominfo Johnny G Plate mengutip Antara, Senin (24/05/2021).

 

Sebagaimana diketahui, para operator telekomunikasi penyedia layanan seluler saat ini sedang berlomba-lomba untuk melakukan uji coba operasional layanan 5G. Tercatat beberapa operator telah dan akan melakukan uji coba layanan teranyar ini.

 

Untuk saat ini, baru Telkomsel yang sudah lolos dalam Uji Laik Operasi (ULO) dalam pengumuman yang dilakukan Kominfo. Selain itu Telkomsel juga yang pertama memperoleh izin menggelar layanan 5G di Indonesia.

 

Ketentuan untuk lolos ULO tercantum dalam pasal 82 PMKominfo No 1/2020 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi. Selain Telkomsel, operator lain yang berminat untuk menggelar layanan 5G adalah Indosat Ooredoo.

 

Telkomsel telah menjalani uji laik operasi pada 19 hingga 20 Mei 2021. Telkomsel memanfaatkan spektrum frekuensi 2,3GHz untuk layanan 5G, yang didapatkan setelah melalui lelang pada awal tahun ini.

 

Spektrum frekuensi tersebut termasuk kategori middle band, berada di rentang spektrum frekuensi 1 sampai 6GHz, dan bisa dimanfaatkan untuk jaringan mobile broadband.

 

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan layanan 5G baru akan optimal jika dialokasikan bandwidth sebesar 100MHz.

 

Oleh karenanya, ia mengingatkan bahwa ULO nanti dilakukan dengan benar agar masyarakat bisa menikmati layanan 5G secara optimal.

 

"Harus dipastikan 5G-nya nanti benar 5G, bukan 5G kaleng-kaleng agar masyarakat dapat layanan optimal," ujarnya. (rifqiazis/CNN Indonesia)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar