Mobile Menu

navigasi

More News

Proyek 'Silicon Valley' Indonesia yang memakan waktu 11 tahun

14.18


 Gawai.co.id - Indonesia akan membangun sebuah kawasan ekonomi inovasi yang mirip dengan “Silicon Valley” di Amerika Serikat yang akan diberi nama Bukit Algoritma. Hal ini sudah menjadi perbincangan waganet sejak Senin (12/04/2021) kemarin

Silicon Valley sendiri merupakan kawasan bisnis yang focus pada pengembangan teknologi didalamnya. Perusahaan teknologi raksasa seperti Google,Microsoft,hingga Apple memiliki kantor pengembangan inovasinya disana.

Butuh waktu selama 11 tahun untuk menyelesaikan konstruksi mega proyek 'Silicon Valley' Indonesia ini di Bukit Algoritma, Cibadak dan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pengembangan teknologi itu akan dimulai pada bulan ini dengan total lahan 888 hektare.

“Pembangunan tahap pertama 335 hektare untuk infrastruktur dasar, taman science, taman pusat kesehatan, pusat pengembangan pangan dan gizi, penginapan, pusat kebugaran, plaza edutainment di tiga tahun pertama," kata Ketua Pelaksana Kiniki Bintang Raya KSO, Budiman Sudjatmiko kepada CNBC Indonesia.

Pengembang proyek ini dipegang oleh KlinikiBintang Raya KSO. Rencananya bila tahap pertama selesai, dilanjutkan dengan tahap kedua yang akan memakan waktu mencapai lima tahun, disusul tahap ketiga selama tiga tahun. Jadi total penyelesaian proyek ini mencapai 11 tahun.

"Konsep ini dibuat dari sebelum pandemi, mungkin nanti ada perubahan atau percepatan karena pandemi," kata Budiman.

Budiman menjelaskan bahwa proyek ini akan menelan biaya kurang lebih Rp. 18 triliun yang mana nantinya proyek ini akan menjadi proyek investasi bagi pihak swasta baik yang berasal dari dalam negri maupun luar negri untuk bisa mengembangkan teknologi di Indonesia.

"Investasi dari murni swasta, Komitmen baru dapat dari satu negara di Amerika Utara," jelas Budiman.

Budiman menjelaskan roadmap pembangunan kawasan itu akan dibangun science park, gedung penelitian yang akan disewakan untuk teknologi kuantum dan kecerdasan buatan, rekayasa nano untuk teknologi bangunan, penelitian otak dan rekayasa genetika, produksi obat -obatan. Juga bangunan riset untuk komponen semikonduktor, pabrikasi otak komputer, juga energy storage berbentuk baterai. (Penulis: Rifqi Azis/ Sumber: CNBC Indonesia)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar