Mobile Menu

navigasi

More News

Kemenkominfo akan gencar menindak akun prostitusi online

11.32

 




Gawai.co.id
-Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G. Plate memberikan pernyataan bahwa lembaganya sudah meminta komitmen dari para penyedia aplikasi pesan instan untuk men-take down akun yang digunakan untuk melakukan praktik prostitusi dalam jaringan (daring). Pernyataan ini ia sampaikan melalui siaran pers pada hari Sabtu (20/3/2021)

“Kami sudah meminta komitmen dari pengelola aplikasi pesan instan untuk melakukan takedown akun yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau melanggar hukum, termasuk prostitusi online,” ungkapnya di Jakarta.

Menurutnya, warganet di Indonesia masih menyalahgunakan aplikasi pesan instan untuk melakukan tindakan melanggar hukum, terutama komunikasi dalam aktivitas prostitusi daring.

“Aplikasi MiChat atau aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp yang sering disalahgunakan oleh pengguna di Indonesia untuk melakukan komunikasi kegiatan yang berbau prostitusi online,” ungkap Mentri Kominfo.

Terkait dengan penggunaan aplikasi MiChat, Menkominfo mengungkapkan bahwa pihak MiChat sudah mempunyai komitmen untuk melakukan takedown terhadap akun-akun yang melakukan praktik prostitusi pada aplikasinya.

“MiChat sendiri sudah ada perwakilannya di Indonesia, dan sudah berkomitmen untuk melakukan take down akun-akun di MiChat yang disalahgunakan oleh netizen di Indonesia yang melakukan janji pertemuan ataupun promosi kegiatan prostitusi online, yang dilaporkan oleh Kominfo, Polri, ataupun masyarakat,” tambahnya.

Mentri Johny mengunkapkan bahwa kemenkominfo akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi agar ruang digital bersih dan bermanfat. Pihak Kepolisian pun belum melakukan permintaan resmi terkait akun Prostitusi, tetapi kominfo akan secara proaktif melakukan tindakan pencegahan.

"Belum ada formal request dari Polri, namun Tim Cyber Drone Kemenkominfo akan berkoordinasi bersama Polri terkait pemanfaatan konten MiChat tersebut agar ruang digital kita bersih dan bermanfaat, sebagaimana amanat berbagai perundangan-undangan di Indonesia,” imbuhnya

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kemenkominfo, hingga tahun 2020 terdapat 1.068.926 koten pornografi yang ditindak oleh tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 konten yang memuat tentang kekerasan anak-anak. (Penulis: Rifqi Azis/ Sumber: Kominfo.go.id /Gambar : kominfo.go.id)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar